Sabtu, 25 Oktober 2025

CARA AGAR 1 USERNAME BISA MASUK KE SEMUA WIFI DI MODEM LANGGANAN YANG SAMA.

Cara Agar 1 Username Bisa Masuk Ke Semua Wifi Di Modem Langganan Yang Sama



Sering terjadi wifi selalu minta untuk login lagi, Karena perangkat ada pada kasus Mac Acak. 

Dengan mac acak user akan mengalami tidak bisa bebas login di semua titik Wifi mikrotik / modem langganan yang sama, sebap mimrotik akan mengenali perangkat yg ingin login menggunakan mac address atau Mac Perangkat tersebut. Mac Acak pada perangkat akan di generate baru jika perangkat tersebut ingin kita login kan ke wifi lain dengan alasan keamanan.

Maka sudah pasti mikrotik tersebut akan menolak perangkat yg ingin login di IP lain... maka solusinya yaitu supaya username bebas login di semua IP yaitu dengan cara,. Untuk gabung pertama, kita harus terlebih dahulu merubah Mac Acak menjadi Mac Perangkat. Barulah login untuk memasukkan username. 

Selanjutnya, untuk konek ke wifi yang lain pada langganan yang sama, maka kita tinggal mengubah dari Mac Acak ke Mac Perangkat. Maka hp akan langsung terkonek ke wifi nya. 


---------

#TALAITAD2025

#ROY_POMANTOW 

#JM3J_Net

Jumat, 24 Oktober 2025

CAHAYA TERANG - SULUUN

 SEJARAH DESA SULUUN – “CAHAYA YANG TERANG”.

(Versi: Roy Pomantow – TALAITAD SULTA 2025)


---

1. Awal Mula: Hutan Rimba yang Sunyi

Pada mulanya, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Suluun, Kecamatan Suluun–Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, merupakan hutan rimba lebat yang belum berpenghuni. 

PETA SULUUN

Berdirinya Desa Suluun tidak terlepas dari kegiatan berburu yang dilakukan oleh penduduk Minahasa zaman dahulu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Para pemburu ini datang dari Walak Tounkimbut Bawah (Sonder) untuk mencari hewan buruan seperti ayam hutan, babi hutan, dan anoa yang banyak hidup di kawasan tersebut.


---

2. Dari Perburuan ke Permukiman.

Seiring waktu, binatang buruan semakin sulit ditemukan.

Jika dulu berburu hanya memerlukan satu atau dua hari, kini mereka membutuhkan berhari-hari di dalam hutan. Karena itu, para pemburu mulai mendirikan tempat tinggal sementara di tengah hutan untuk beristirahat.

Kebiasaan menetap ini menjadi awal mula tumbuhnya pemukiman kecil di wilayah hutan yang kini disebut Suluun.


---

3. Tiga Dotu dari Sonder.

Pada suatu hari datanglah tiga orang pemburu dari Tounkimbut Bawah (Sonder), yaitu:


Dotu Koyansow

Dotu Mononutu

Dotu Palar


Mereka menetap lebih lama di daerah tersebut setelah melihat tanah yang subur, dataran yang luas, serta mata air jernih di perbukitan selatan Tareran.

Pada malam bulan purnama, mereka mendengar bunyi burung Manguni yang dipercaya sebagai tanda baik. Dalam terang bulan itu, mereka bersepakat untuk menetap dan bercocok tanam.


---

4. Asal Usul Nama “Suluun”.

Nama Suluun berasal dari bahasa Tountemboan, gabungan dari dua kata:


“Suluh” = serap

“Un” = terang


Sehingga arti keseluruhannya adalah “Serap Terang” atau “Cahaya yang Terang.”

Nama ini diambil untuk mengenang malam purnama ketika ketiga Dotu bersepakat menetap di tempat itu.


---

5. Awal Pemukiman dan Tonaas Pertama.

Tak lama kemudian, beberapa penduduk dari Desa Pinapalangkow datang berburu dan bercocok tanam (mento dan memasang dodeso).

Mereka akhirnya ikut menetap di sekitar kediaman ketiga Dotu.

Karena pengaruh dan kearifan mereka, ketiga Dotu itu diangkat sebagai Tonaas (pemimpin adat).

Dan ketika pemukiman semakin besar, dibentuklah sebuah ro’ong (desa) dengan Tonaas Mononutu sebagai Pamatuan (Hukum Tua) pertama.

Desa Suluun diperkirakan berdiri sekitar tahun 1700-an.


---

6. Masa Pemerintahan Hindia Belanda

Pada masa penjajahan Belanda, Desa Suluun masuk dalam wilayah Walak Sonder (Tounkimbut Bawah).

Sekitar tahun 1841, Injil pertama kali masuk ke Suluun, membawa perubahan besar dalam kehidupan rohani masyarakat.

Hingga masa kemerdekaan, Suluun masih termasuk dalam wilayah pelayanan Klasis Sonder.


---

7. Dari Permesta ke Kecamatan Tareran

Setelah berakhirnya Pergolakan Permesta, Suluun masuk ke dalam daerah pelayanan Tareran.

Dan ketika Kecamatan Tareran berdiri pada Februari 1961, Desa Suluun resmi menjadi bagian dari kecamatan tersebut bersama desa-desa lainnya:

Pinapalangkow, Kapoya, Talaitad, Pinamorongan, Wuwuk, Kaneyan, Koreng, Tumaluntung, Rumoong Atas, Lansot, dan Wiau Lapi.


---

8. Pemekaran Pertama: 1978

Pada masa kepemimpinan Hukum Tua Bapak B. Lumempouw, tepat pada 14 Februari 1978, Desa Suluun dimekarkan menjadi dua desa:

Suluun Satu (bagian timur)

Suluun Dua (bagian barat)


Uniknya, kedua desa ini berhasil mendirikan dua Balai Desa megah, yang dikenal sebagai Bangunan Balai Desa terbesar di Indonesia pada waktu itu.

Bangunan ini dibangun secara swadaya masyarakat berkat hasil panen cengkih yang melimpah, dan hingga kini masih berdiri kokoh sebagai pusat kegiatan masyarakat dan pemerintahan.


---

9. Pemekaran Kedua: 2007.

Pada masa Reformasi, tepatnya 14 Februari 2007, Desa Suluun kembali dimekarkan:

Suluun 1 dimekarkan menjadi Suluun 1 dan Suluun 3

Suluun 2 dimekarkan menjadi Suluun 2 dan Suluun 4


Seiring pemekaran tersebut, dibentuklah Kecamatan Suluun–Tareran sebagai hasil pemekaran dari Kecamatan Tareran.

Kecamatan baru ini meliputi:

Desa Suluun 1, 2, 3, 4, Talaitad dan Talaitad Utara, Pinapalangkow, dan Kapoya dan Kapoya satu (dimekarkan pada tahun 2012).

---

10. Warisan dan Identitas.

Kini, Suluun tidak hanya dikenal sebagai tempat lahirnya cahaya terang dalam arti harfiah, tetapi juga simbol kebersamaan, kerja keras, dan berkat Tuhan.

Dari hutan sunyi menjadi pusat pemerintahan baru — Suluun–Tareran berdiri sebagai saksi perjalanan panjang masyarakatnya yang penuh iman dan semangat gotong royong.


---

#TALAITADSULTA2025

Disusun oleh: Roy Pomantow

Rabu, 22 Oktober 2025

HUKUM TUA TALAITAD, 1750 - 2025

 DAFTAR HUKUM TUA dan PENJABAT 

DESA TALAITAD 

SEJAK TAHUN 1750 - 2025


1. Teterusan Wala (Anak Waraney) (1750–1795) – 45 tahun (Tonsaronsong / Mawale)

2. Lukas Waney (anak Wala) (1795–1849) – 54 tahun (Tonsaronsong / Mawale)

3. Fredrik Waney (anak Lukas Waney) (1849–1860) – 11 tahun (Tokoh perpindahan dari Tonsaronsong / Mawale ke Taratak / Talaitad)

4. Eduard Ngajow (1860–1895) – 35 tahun (Taratak menjadi TALAITAD)

5. Paul Waroka (1895–1902) – 7 tahun

6. Apolos Sarijowan (1902–1914) – 12 tahun

7. Jesaya Sinaulan (1914–1937) – 23 tahun

8. Pieter Sagrang (1937–1938) – 1 tahun (Pelaksana Tugas)

9. Jahja Sarijowan (1938–1960) – 22 tahun

10. Aristarkus Assa (1960–1963) – 3 tahun

11. Jahja Sarijowan (1963–1970) – 7 tahun

12. Fredrik Mogot (1970–1973) – 3 tahun

13. Jan Marthen Momongan (1973–1990) – 17 tahun

14. Jhon Sinaulan (1990–1993) – 3 tahun (Penjabat)

15. Hans Albert Momongan (1993–1998) – 5 tahun

16. Jhon Sinaulan (1998–2001) – 3 tahun (Penjabat)

17. Erens A. Runtuwene (22 Okt–21 Nov 2001) – 1 bulan (Pelaksana Tugas)

18. Fredinan N. E. Momongan, S.Th. (2001–2006) – 5 tahun

19. Jefry M. Weol (19 Sep–21 Des 2006) – 3 bulan (Pelaksana Tugas)

20. Aleta V. N. Mangindaan, S.Th. (2006–2011) – 5 tahun (Pemekaran menjadi TALAITAD dan TALAITAD UTARA)

21. Jefry M. Weol (4 Okt 2011–25 Sep 2012) – 2 bulan (Pelaksana Tugas) 

22. Aleta V. N. Mangindaan, S.Th. (2013–2019) – 6 tahun

23. Jefry M. Weol (6 Feb 2019–11 Mar 2021) – 2 tahun (Penjabat)

24. Joike J. Ngajow, S.Kom, M.M. (12 Mar 2021–20 Mar 2024) – 3 tahun (Penjabat)

25. Dauhanbeni J Momongan, AMKL (20 Mar 2024 - Sekarang) - (Penjabat) 


---------

#TALAITAD1750

#ROY_POMANTOW,2025

Selasa, 21 Oktober 2025

BORONG 24 MEDALI, KARATE “INKADO” SULUUN TARERAN Di TINGKAT PROVINSI

 📰 LIPUTAN BERITA OLAHRAGA.

Manado, 19 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tim Karate INKADO Suluun Tareran di ajang Korem 131/STG Karate Open Championship 2025, yang digelar di Gedung KONI Manado pada tanggal 17–19 Oktober 2025. Kejuaraan ini merupakan bagian dari perayaan HUT TNI ke-80, dan diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.

 
INKADO TALAITAD RAYA

Di bawah bimbingan pelatih tangguh Senpai Ners Jeri Runtuwene, tim INKADO Suluun Tareran berhasil membawa pulang 24 medali dari berbagai kelas pertandingan. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi para atlet muda dari kecamatan Suluun Tareran:

🥇15 Emas

🥈9 Perak

Khususnya, empat utusan dari Talaitad Raya sukses menorehkan prestasi gemilang dengan perolehan:

🥇 1 Medali Emas

🥈 3 Medali Perak

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Talaitad Raya, untuk semakin dikenal memiliki potensi besar di bidang olahraga bela diri. 

INKADO SULUUN TARERAN

> “Tetap semangat buat para atlet Inkado Suluun Tareran dan para junior Inkado Talaitad Raya. Teruslah berlatih, jadikan setiap pengalaman sebagai langkah menuju prestasi yang lebih tinggi. Kiranya kalian dapat terus membawa harum nama Haik Talaitad Raya dan Kecamatan Suluun Tareran di kancah yang lebih luas,”

Kemenangan ini bukan hanya milik para atlet, tetapi juga hasil dukungan dan doa seluruh masyarakat serta para pelatih yang setia mendampingi. INKADO Suluun Tareran kini menatap ke depan dengan semangat baru untuk terus mengukir prestasi di tingkat provinsi bahkan nasional.


💪 SALAM OLAHRAGA! 

INKADO SULUUN TARERAN – BERPRESTASI, BERKARAKTER, DAN BERJAYA! 


#Roy_Pomantow 

SUASANA INDAH DESA TALAITAD

 

TALAITAD yang INDAH dan MENENANGKAN.


Kantor Hukum Tua desa Talaitad

Desa yang terletak di puncak Suluun Tareran diselimuti cahaya langit biru. Dari arah timur, sang surya perlahan meninggi, memancarkan kehangatan pagi menyapa masyarakat yang sementara beraktivitas.

Pekarangan rumah tampak bersih dan tertata rapi, dihiasi tanaman rempah yang segar dan bunga berwarnah warni. 

Rumah Panggung Minahasa di Talaitad

Rumah panggung khas Minahasa masih banyak dijumpai, menambah kesan tradisional yang memikat. 

Desa yang dipimpin oleh Hukum Tua Dauhanbeni J Momongan,AMKL, berdiri megah Kantor Hukum Tua menghadap terbitnya sang surya, disusul deretan bangunan gereja menghadap keindahan di senjah hari, GPdI, KGPM, Gemim, dan Advent berjejer dari utara ke selatan. 

GPdI "MARTURIA" TALAITAD 


KGPM "EFRATA" TALAITAD


GMIM "KALVARI" TALAITAD


GMAHK7  TALAITAD

Jalan raya, lorong, hingga jalan setapak terawat dengan baik, memberi kenyamanan bagi pengendara maupun pejalan kaki yang melintas di area pemukiman.

Pemandangan ini menggambarkan wajah Desa Talaitad yang Toleransi, Rukun, Damai, dan Indah alamnya.


🟢 TALAITAD SULTA.

✍️ Roy Pomantow

Senin, 20 Oktober 2025

Cerita KELUARGA BESAR POMANTOW

🌳 Kisah KELUARGA POMANTOW .


Dotu Pomantow ,
Leluhur pertama bernama Mantewo , seorang lelaki dari Tompaso .
Mantewo datang ke kawasan puncak Suluun Tareran yang kini sebut kampung Talaitad sekitar tahun 1853.
Talaitad ketika itu berada di bawah pimpinan undang-undang lama bernama Fredrik Waney (undang-undang lama ketiga). Fredrk ialah anak kepada Lukas Waney (undang-undang lama kedua). Luckas ialah anak kepada Teterusan Wala (Undang-undang Lama Pertama) dan Teterusan Wala ialah anak kepada Waraney dari Kakas yang membuka sebuah penempatan yang dipanggil Tonsaronsong (Kampung Lama) Kini di kawasan ladang Mawale.

Mantewo diberi julukan "Memantow" (bermaksud "menegakkan tiang rumah supaya tegak berdiri"). Nama panggilan ini diberikan kepada anaknya, Pomantow, yang bermaksud "Nabi."

Dari garis ini lahirlah keturunan yang kemudiannya menjadi nama besar keluarga Pomantow.

Generasi Kedua (±1860–1920):
Keturunan Mantewo — Pomantow, lelaki dan perempuan bergaul rapat dengan tokoh keluarga besar seperti Waney, Weol, Sarijowan, Peleau, Suoth, serta Rindengan, Sagrang, Momongan, Soputan, Mogot, Muaja, Ngajow, Assa yang tinggal di kampung tetap lain. Maka ia tersebar luas ke dalam kumpulan keluarga besar di sekitar Talaitad dan Suluun.

Keluarga besar Pomantow mempunyai banyak profesion sebagai:
Pendeta, Guru, menteri awam, ahli perniagaan, PKS, pekerja profesional, serta penerus kemahiran nenek moyang mereka dalam bentuk: Petani, pembina dan pembuat perabot, pemprosesan gula aren dan cap tikus yang menjadi sumber rezeki utama keluarga di kampung Talaitad.
Dan terus mengekalkan tali persaudaraan yang erat dengan tanah air mereka di Talaitad.

Generasi Ketiga (c. 1920–1960):
Era Kolonial dan Republik Awal.
Dalam tempoh ini, kebanyakan keturunan Pomantow mula belajar tentang pendidikan dan terlibat dalam aktiviti gereja, serta sentiasa terlibat dalam aktiviti sosial.

Generasi Keempat, 1960 hingga Kini:
Dewasa ini, keturunan Pomantow telah berkembang pesat ke berbagai wilayah di Minahasa, Manado, Bitung, bahkan di luar Sulawesi dan luar negeri.

Pada tahun 2012, Roy Pomantow (Talaitad) mencipta kumpulan "Keluarga Pomantow" di media sosial Facebook yang menyatukan keturunan Pomantow di pelbagai bahagian dunia yang mempunyai akaun Facebook, menghasilkan perbincangan mengenai penubuhan pengurusan "Pomantow Family Worldwide" dan keinginan untuk mengadakan mesyuarat besar.
Pada 29 Ogos 2015, di kampung Talaitad, tokoh penyatu bertemu dan membentuk organisasi " Poow me Poow " Keluarga Pomantow Seluruh Dunia (menjadi nama kumpulan Facebook sebagai medium untuk menyatukan keluarga Pomantow).
Bukan sahaja di media sosial tetapi secara realitinya, melalui tokoh-tokoh yang menyatukan ini, satu Struktur Pengurusan telah dibentuk:
- Pengerusi: Pdt, DR. Yance Pomantow, M.Th, M.PdK
- Setiausaha: Verke Pomantow (Ahli dewan Minsel DPRD, daerah pilihan raya Dua),
- Bendahari: Pdt. Jefri Pomantow, M.Th, M.PdK.

Melalui pengurusan Keluarga Pomantow "POOW me POOW" Seluruh Dunia, beliau telah berjaya mengumpulkan kumpulan Persatuan Keluarga:
- Persatuan HENDRIK POMANTOW, -
Persatuan MARTHEN POMANTOW, -
Persatuan HAN POMANTOW (Sophia), - Persatuan
AYUB POMANTOW,
- Persatuan RORONG POMANTOW (Hendrikan POMANTOW) lebih banyak lagi.
, - Persatuan MANGIMDA (Hendrikaan POMANTOW)
dan banyak lagi. direkodkan. 🙂🙏🏻

Perhimpunan Keluarga Besar Pomantow telah diadakan dua kali di Kampung Talaitad dan sekali di Suluun Tiga.
Persatuan kecil Persatuan Keluarga Pomantow berikut kerap dilihat dalam perkhidmatan masyarakat semasa kedua-dua masa gembira dan sedih.

Nilai Murni Keluarga Pomantow .
Keluarga besar Pomantow terkenal dengan menjaga keharmonian dan perpaduan dalam keluarga dan masyarakat sekeliling, tetapi malangnya mereka tidak lagi mengenali keturunan Pomantow dan warisan Dotu Mantewo (Tou paesaan / ucapan Keluarga Besar Pomantow).


Namun, Prinsip Pomantow tetap berlandaskan perintah ibu bapa Pomantow (Nuwu i Tua), iaitu:
1. Kasuruan (Tuhan/Allah) ~~ Teguh Iman, Harapan Sentiasa bersandar pada kehadiran pencipta. Jangan mudah berputus asa dalam kerja dan usaha.
2. Mapalus (Saling Kerjasama / Kebersamaan) ~~ Tolong menolong tanpa mementingkan diri sendiri.
3. Makasiow (Terima Kasih) ~~ Mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kerana mengekalkan keharmonian dalam keluarga besar.
4. Mawasian (berkunjung-mengunjung dan memberi salam) ~~ Saling menziarahi dan memberi salam/salam, untuk menjalinkan tali persaudaraan dan sentiasa mengingatkan asal usul dan menghormati perintah ibu bapa.

--- "Walaupun dipisahkan oleh jarak dan waktu, keakraban kita tetap terjaga dan kita tetap bersatu dalam solat."

----

🕯️ Doa Dotu Mantewo, Nenek Moyang Pomantow.
(Warisan dari puncak Suluun Tareran - Desa Talaitad).

> “Wahai anak-anak dan cucu-cucuku, darahku mengalir dalam nadimu,
dengarlah bunyi angin dari hutan tua,
dengarlah gema batu dari sungai Talaitad —
di sana rohku bersemayam, menjagamu.” 


--- DOA.🙏🏻🙏🏻🙏🏻
> Ya Allah, Pencipta langit dan bumi tempat kami berpijak,
berkatilah setiap langkah anak cucu Pomantow, agar mereka tetap berdiri tegak seperti pohon tua yang tidak tercabut akarnya,
walaupun badai datang menggoncang bukit.

> Berikan mereka hati yang jujur,
tangan yang tekun,
dan lidah yang bercakap benar,
sebagaimana saya membina rumah pertama di puncak Suluun Tareran - Talaitad.

> Jika mereka hilang oleh dunia,
hantarkan angin dari lembah Talaitad
untuk mengingatkan mereka bahawa mereka berasal dari tanah yang kuat,
dan dari nama terhormat - Pomantow.

> Jika mereka bergelut,
jadikan keringat mereka menjadi hujan yang menumbuhkan rahmat.
Jika mereka bersatu,
jadikan cinta antara mereka sebagai api yang tidak akan padam.

> Saya, Mantewo, moyang Pomantow,
Tuhan yang saya sembah ialah pencipta langit dan seluruh tanah ini.
Keturunanku,... Ingatlah dengan kerja, dengan kasih sayang, dan dengan menjaga nama baik.
Kerana selagi anda berada di jalan yang betul, menegakkan nama baik Pomantow,
Roh Tuhanku akan berdiri bersama anda —
dalam setiap angin yang menyapa anda,
di setiap tanah yang anda pijak.

> Amin -

----



Mapalus Mawu' Mawu' ni Tanangon.
(Bersatu dalam kasih dan kuasa Tuhan yang hidup). 


---

#TALAITAD_2025

#Roy_Pomantow


ASAL-USUL POMANTOW – Talaitad

Asal-Usul Pomantow – Talaitad 

1. Awal Mula. 

Pada masa lampau, ketika Minahasa masih berupa hamparan perbukitan dan hutan lebat, di wilayah selatan tanah Suluun Tareran ada sebuah wanua (wilayah adat) yang sekarang dikenal dengan nama Talaitad.

Di daerah inilah seorang bernama Mantewo  (leluhur pekerja keras dan bijaksana) —namanya kemudian menjadi Pomantow.

Menurut cerita, Dotu pertama keluarga Pomantow adalah seorang tukang kayu dan pembangun rumah tradisional Minahasa, seorang yang menguasai ilmu winengetan (pengetahuan arah, kayu, dan tanah). Ia dikenal sebagai orang yang mampu “memantow” atau menegakkan sesuatu agar berdiri kuat dan seimbang — baik rumah, tonggak, maupun keluarga.

Karena keahliannya menegakkan bangunan dan menjaga keseimbangan hidup, masyarakat mulai memanggilnya “Si Pomantow” — yang dalam bahasa daerah berarti “yang menegakkan” atau “yang membuat berdiri kokoh”.

Dari situlah kemudian nama Pomantow menjadi nama keluarga.


---

2. Arti Nama “Pomantow”

Secara bahasa, nama Pomantow diyakini berasal dari dialek Minahasa : 

“Po-” : awalan yang berarti “yang membuat” atau “yang melakukan”.

“Mantow” : berarti “tegak, berdiri, atau kokoh”.


Jadi, Pomantow berarti:

> “Orang yang menegakkan sesuatu agar kuat dan tidak roboh.”

>. Disisi lain juga, (Dalam buku Arti Marga Fam Minahasa) Pomantow artinya Penubuat karena setiap pekerjaannya selalu diawali doa dan petunjuk dari Amang Kasuruan Wangko. 

Makna ini bukan hanya tentang kayu dan bangunan, tetapi juga tentang spiritual, prinsip hidup dan keteguhan keluarga.

Keturunan Pomantow dikenal sebagai orang-orang yang tegas, pekerja keras,  pengkabar tanda tanda yang kemungkinan nanti akan terjadi dan punya jiwa gotong royong — selalu berusaha menegakkan kebenaran, membangun, dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.


---

3. Perkembangan di Talaitad. 

Beberapa generasi kemudian, keluarga Pomantow menetap di wilayah Talaitad, sebuah desa di puncak Suluun Tareran.

Dari sinilah muncul berbagai cabang keluarga Pomantow — sebagian menjadi petani, pengrajin kayu, tokoh masyarakat, hingga pelayan gereja.

Desa Talaitad dikenal dengan arti bunyi tetesan air yang jatuh (ma Taratak) di atas permukaan batu, sehingga alamnya mengantarkan angin pegunungan yang sejuk dan tanah subur yang cocok untuk tanaman cengkih, kelapa, dan pala. Di sinilah keluarga Pomantow menanam akar kehidupan mereka, membangun rumah-rumah kayu bulat dari yang tradisional hingga rumah panggung Minahasa versi modern, dan menurunkan nilai-nilai kerja keras dan kebersamaan kepada anak cucu.


---

4. Nilai dan Falsafah Keluarga Pomantow.

Keluarga ini memiliki semboyan tak tertulis:

> “Kaum Pomantow harus tegak dalam kerja, lurus dalam hati, dan kokoh dalam iman.”

Dari masa ke masa, keturunan keluarga ini dikenal dengan:

Ketekunan dalam bekerja.

Keterampilan tangan dalam membangun dan mengukir.

Kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Kesetiaan terhadap tanah leluhur dan adat Minahasa.


5. Pomantow Hari Ini.

Kini, Keluarga Besar Pomantow dari Talaitad telah tersebar ke berbagai daerah di Minahasa, Manado, bahkan luar Sulawesi bahkan sampai ke manca negara.

Namun akar mereka tetap satu: Talaitad, tanah tempat leluhur pertama mereka menegakkan tonggak pertama rumah dan keluarga.

Bagi mereka, nama Pomantow bukan sekadar marga.

Ia adalah identitas, tanggung jawab, dan warisan nilai keteguhan yang harus dijaga oleh setiap generasi.


---


6. Penutup

> Dari kayu yang ditegakkan, lahirlah rumah.

Dari keluarga yang teguh, lahirlah sejarah.

Dan dari nama Pomantow, lahirlah keturunan yang tetap berdiri — setia menjaga warisan Dotu Mantewo, Pomantow asli Talaitad. 


---


(Cerita ini mungkin hanyalah fiktif, karena dikembangkan dari nama tokoh yang mungkin bukan nama yang sebenarnya. 

Silahkan di koreksi untuk mendapatkan pengetahuan tentang Pomantow yang sebenarnya).


#TALAITAD_2025

#Roy_Pomantow


Legenda Dotu / Leluhur POMANTOW

Sang Penegak Rumah di Puncak Suluun Tareran TALAITAD. 

1. Awal dari kabut dan kayu. 

Konon, pada masa ketika burung manguni masih terbang rendah di lembah, dan sungai, Talaitad baru mulai berkembang, hiduplah seorang lelaki muda bernama Mantewo.

Ia dikenal karena tangannya lihai memilih kayu, dan hatinya tenang seperti air kolam.

Setiap rumah yang ia bangun berdiri tegak, bahkan ketika badai datang dari arah Suluun.

Suatu hari, kepala wanua (kampung adat) bernama Fredric Waney memintanya membangun rumah kediamannya dan untuk pertemuan para tua-tua.

Namun tanah di puncak bukit itu labil — setiap tiang yang ditancapkan selalu miring dan roboh.

Selama tujuh hari mereka mencoba, dan selama tujuh hari pula semua kayu rebah seperti lelah.

Mantewo kemudian duduk di bawah pohon woka, menatap gunung dan berdoa.

Ia berkata,

> “Tuhan, beri aku tangan yang tak hanya kuat, tapi juga hati yang benar,

agar rumah ini berdiri bukan karena kayu — melainkan karena kasih.”

Pada malam ketujuh, angin lembut membawa suara dari kabut:

> “Selama engkau menegakkan rumah dengan hati yang jujur, namamu akan dikenang selamanya.”

Keesokan harinya, Mantewo menancapkan tiang utama dan berkata dalam bahasa tua,

> “Po mantow!” — yang berarti “Mari kita tegakkan!”

Dan ajaib, rumah itu berdiri tegak, seimbang, dan tak pernah goyah.

---

2. Nama yang menjadi warisan

Sejak hari itu, orang-orang kampung tidak lagi memanggilnya Mantewo.

Mereka memanggilnya Pomantow, sang penegak rumah.

Nama itu menjadi sebutan kehormatan bagi dirinya dan keturunannya — tanda bagi mereka yang membangun, menjaga, dan menegakkan.

Anak-anaknya mewarisi keahliannya: ada yang pandai membuat ukiran, ada yang membangun rumah ibadah, dan ada pula yang menegakkan keadilan di antara sesama.

Dari tangan-tangan itulah desa Talaitad mulai ramai — rumah-rumah panggung berdiri, jalan dibuka, dan kebun ditanami.

Dan setiap kali ada rumah baru dibangun, orang-orang selalu berseru:

> “Torang pangge Pomantow bekeng tu rumah — supaya rumah badiri kuat kong nyandak miring!”

---

3. Warisan di Tanah Talaitad

Ratusan tahun kemudian, Talaitad tumbuh menjadi desa di puncak yang dikelilingi kabut, angin, dan doa.

Keluarga Pomantow menjadi salah satu tiang utama kehidupan masyarakat — bukan hanya mengenai kayu dan bangunan, tetapi juga dalam hal iman, kerja keras, dan persaudaraan.

Orang tua mereka selalu mengingatkan:

> “Jadi Pomantow bukan cuma nama. Itu tugas.

Kalau orang lain jatuh, torang bantu tegakkan.

Kalau rumah orang roboh, torang bantu dirikan.

Kalau hati orang lemah, torang kuatkan.”

---

4. Pesan dari Leluhur Pomantow

Kini, di setiap pagi yang berkabut di Talaitad, jika angin bertiup dari lembah, orang tua-tua berkata:

> “Itu napas Pomantow yang lama — masih menjaga desa, masih menegakkan rumah, masih menyapa anak cucunya.”

Dan bagi setiap keturunan Pomantow, dari Talaitad hingga ke mana pun mereka pergi, legenda ini selalu diingat:

> “Torang anak keturunan Pomantow — penegak rumah, penjaga tanah, dan pewaris keteguhan.”

(Cerita ini mungkin hanyalah fiktif, karena dikembangkan dari nama tokoh yang mungkin bukan nama yang sebenarnya.

Silahkan di koreksi untuk mendapatkan pengetahuan tentang Pomantow yang sebenarnya).

--- 


#TALAITAD_2025

#Roy Pomantow


#TALAITAD_2025

#Roy_Pomantow

Kamis, 23 Februari 2023

Personel POLSEK TARERAN - SULUUN TARERAN Gelar JUMAT BERSIH di Desa TALAITAD

TALAITADSULTA,  MINSEL - Untuk Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat, Satuan Sektor Tareran - Suluun Tareran dibawa pimpinan Kapolsek Bapak YOHANES melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di halaman gedung gedung Gereja di desa Talaitad, Jumat 24 Februari 2023 pagi.

Kegiatan Jumat Bersih yang dilakukan oleh personil Sektor Tareran di bantu kegiatan oleh adik adik KKN IAKN Manado dan Pemerintah serta perangkat desa Talaitad.

Kapolsek JOHANES  mengatakan apa yang di lakukan dalam hal melaksanakan Kebersihaan bersama dengan pemerintah desa Talaitad serta adik adik KKN IAKN menunjukan kerjasama yang baik. 

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk Menciptakan lingkungan yang bersih dengan mencerminkan kecintaan lingkungan dan kerja yang baik antar pihak POLRI, Pemerintah desa dan masyarakat ,” ucapnya.

“Giat Jumat Bersih bersama Pemerintah setempat ini juga guna memperkecil adanya pencemaran lingkungan serta memberikan peluang bagi masyarakat untuk hidup sehat, nyaman terhadap lingkungan bersih dan lewat program Jumat bersih ini tentunya sekali lagi dapat menunjang kesehatan masyarakat,” tambah kapolsek.

Adapun Lokasi yang dilakukan kegiatan Jumat bersih adalah di halaman-halaman setiap denominasi gereja yang ada di desa Talaitad yakni; Gereja Advent, GMIM Kalvari, KGPM Efrata dan di depan gereja GPdI Marturia Talaitad.

“Semoga dengan kegiatan JUMAT BERSIH ini dapat tercapainya program hidup Sehat serta terciptanya sinergitas antar pihak POLRI dengan seluruh Elemen Masyarakat kususnya di desa Talaitad".  tukas Kapolsek Bapak JOHANIS. *** 

Pemerintah desa Talaitad juga tentunya Suport atas kegiatan ini dan bersyukur atas hari yang cerah ketika melaksanakan kegiatan Jumat bersih di desa Talaitad, boleh berjalan dengan baik. Ungkap NGAJOW Hkm Tua Talaitad.

*ROY POMANTOW*

Rabu, 19 Januari 2022

Talaitad Sulta Mulai Vaksinasi Booster bagi Perangkat desa, PNS, tokoh Gereja dan masyarakat yang sudah 6 bulan vaksin kedua.

talaitad1750.com - Minahasa Selatan – Pemerintah Desa (Pemdes) Talaitad, Kecamatan  Suluun Tareran (SulTa) mulai melaksanakan vaksinasi booster untuk Seluruh pemerintah desa, PNS,  Pendeta, Tokoh masyarakat sampai ke masyarakat luas lainnya yang dalam hal ini sudah menjalankan vaksinasi sampai tahap dua yang sudah 6 enam bulan yang lalu lamanya waktu menerimah vaksinasi.

Tim kesehatan yang melayani Vaksinasi datang dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Suluun Tareran, mengatakan "vaksin booster atau vaksin dosis 3 ini bertujuan untuk melindungi masyarakat, dari Covid-19 beserta variannya".

“Di kabupaten Minahasa selatan, kecamatan Suluun Tareran, desa Talaitad kususnya vaksin booster dimulai tahapannya sejak  hari ini 19 Januari 2022, mulai dari sosialisasi dan pemetaannya. Dan ini beriringan dengan pelaksanaan vaksin primer,” ujar Tandungan selaku Babinkamtipmas, saat diwawancarai, Rabu(19/01).

Menurut Ngajow hukum tua, mulai hari ini (Rab,19/01) Desa Talaitad adalah termasuk desa yang sudah mulai  melaksanakan vaksin booster.

“Dosis booster dapat dimulai di Talaitad dan melayani masyarakat Talaitad Raya atau sudah termasuk desa Talaitad Utara,” ujarnya kasi Pelayanan Valentine Weol. 

Hasil Penerima vaksin Covid 19 hari ini untuk Talaitad adalah: 

Dosin 1: 1 Orang

Dosis 2: 3 Orang

Dosis 3: 40 Orang

Jumlah: 44 Orang

Diane Kadjiman selaku Kasi Pemerintah menambahkan, adapun syarat untuk mendapatkan vaksin booster tersebut harus sudah menerima dosis 2 minimal 6 bulan sebelumnya.

(Roy Pomantow)

Jumat, 14 Januari 2022

DALAM RANGKA HUT MINSEL KE 19 Th.. Desa Talaitad menjadi tuan rumah kegiatan penanaman di perkebunan Mesel

 talaitadsulta.com. Jumat 14 Januari 2022, Camat Suluun Tareran Drs TONIE LANTANG, laksanakan gerakan penanaman bibit jagung dan pala di desa Talaitad tepatnya di wilayah perkebunan Mesel. 

Kegiatan pencanangan tersebut, di adakan dalam rangka memperingati HUT MINAHASA SELATAN KE 19.

Bupati Minahasa Selatan FRANKY DONNY  WONGKAR.,SH (FDW) memantau lewat soom live streaming  seluruh kegiatan penanaman secara serentak ini di 17 kecamatan se minsel.  Maksut pencanangan, untuk semakin memotivasi para petani untuk giat menanam, memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami berbagai macam tanaman yang sesuai kebutuhan dan cocok dengan struktur tanah yang ada.

“Saya mengajak para petani Suluun Tareran, melalui gerakan pencanangan penanaman tanaman ini, untuk lebih giat lagi menanam, karena semangat kita menanam, kita akan sejahtera kemudian,” ujar Camat Tonie Lantang. 

“Diharapkan kerjasama dari Dinas Pertanian untuk terus mengawal kegiatan ini, agar supaya kegiatan ini dapat memberi dampak positif bagi masyarakat dengan meningkatnya perekonomian masyarakat, untuk kesejahteraan warga masyarakat,” tambah Camat Sulta tersebut.  



Program Pemerintah Kabupaten ini di lanjutkan instruksi oleh camat Suluun Tareran,... Lantang arahkan Desa Talaitad menjadi tuan rumah pusat kegiatan penanaman ini. Joike Ngajow selaku hukum tua Talaitad tentunya merespon dan langsung mengumpulkan seluruh perangkat desa untuk adakan persiapan di lokasi Perkebunan  Mesel. 

Dengan tidak membedakan jabatan atau tupoksi perangkat desa, "Mari kita sukseskan program pemerintah kali ini dalam merayakan HUT Minsel ke 19 tahun, Minsel akan mengadakan penanaman secara serentak" ungkap Ngajow.

Hadir dalam kegiatan penanaman  tersebut  diantaranya Camat Suluun Tareran bersama jajarannya, Kepala kantor Pertanian Suluun Tareran bersama jajarannya, Seluruh Hukum tua  di sembilan desa se kecamatan Suluun Tareran bersama Perangkat desa, serta para petani dan kelompok tani yang menghadiri kegiatan pencanangan penanaman tersebut. 

Bersamaan Di hari  yang sama (Jumat, 14 Januari 2022) POLDA SULUT ADAKAN KEGIATAN VAKSINASI di BPU TALAITAD UNTUK SEMUA DOSIS. 

DARI ANAK ANAK 6 - 11 tahun dan dewasa. 

Hasil Pendataan Penerimah Vaksin hari ini yaitu;

> anak anak umur 6 - 11 

Juga 11 - 17 Tahun

> Dan untuk dewasa 

Semua kegiatan berjalan secara tertip teratur dan sesuai protap Covid 19. 


(ROY.POM)🙏

Selasa, 11 Januari 2022

Gelar Musdes Khusus Penetapan KPM BLT Dana Desa 2022. Desa Talaitad.

 Bertempat di Balai Pertemuan Umum desa Talaitad, Selasa (11/01/2022) pukul 14.00 WITA dilaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Tahun 2022. Hadir dalam kegiatan yang diprakarsai BPD Desa Talaitad tersebut dalam hal ini Jopy Sarajar selaku Sekretari BPD , undangan yang terdiri dari Pemerintah dan perangkat Desa Talaitad,  serta tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut dalam rangka menentukan Calon Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa) Tahun 2022 

Ngajow,.. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa alokasi BLT Dana Desa tahun 2022 berbeda dengan tahun 2021 sebanyak 116 KPM, dan di tahun 2022 ini ada 78  Keluarga Penerima Manfaat.  Adapun besaran BLT Dana Desa Tahun 2022 sebesar Rp 300.000/bulan per KPM. Dalam kesempatan ini, Musyawarah Desa berhasil menyepakati :

a. Anggaran BLT Dana Desa 2022 Desa Talaitad sebesar Rp 23.400.000,-

b. Menetapkan 78 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa

c. Besaran BLT Dana Desa sebesar Rp 300.000/bulan per Keluarga selama 12 bulan (Januari-Desember 2022)

Adapun hasil dari Musyawarah Desa tersebut selanjutnya akan ditetapkan dalam Peraturan  Desa (perdes) Talaitad tentang Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Kepada Keluarga yang layak dibantu untuk Tahun 2022.

(Roy Pomantow)

TALAITAD Adakan Gelar MUSREMBANGDes Penyusunan RKPD Tahun 2023

 Pemerintah Desa  Talaitad menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 berlokasi di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Talaitad,  Selasa (11/1/2022). Acara tersebut dihadiri dan diwakili oleh HESKIE RANTUNG., SE,  sebagai wakil dari Tim Kecamatan Suluun Tareran, ada perampingan dalam kepesertaan musyawarah ini. Semua ini dikarenakan masih dalam keadaan pandemi Covid-19 yang masih mewabah. Adapun peserta Musrenbangdes terdiri dari Ketua BPD Drs FERY RINDENGAN.,MA.,M.PdK , Ketua LPM Roni Pomantow, Ketua TP.PKK Juliani Gara.,S.Pd, Tokoh Agama Pdt. Ericson Simarmata.,S.Fil, tokoh2 masyarakat, serta seluruh perangkat Desa Talaitad.

Sambutan oleh Hukum Tua Talaitad.

Bpk Joike Ngajow.,S.Kom.,MM.


Ngajow dalam sambutannya mengatakan bahwa musrenbangdes RKPD adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam upaya menyusun perencanaan dibidang pembangunan melalui penjaringan aspirasi masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan kabupaten Minahasa Selatan, Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) RKPD adalah forum musyawarah antar pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan yang tidak bisa terdanai dengan APBDes, merupakan usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah Kabupaten/Kota, yang akan diusulkan pada Musrenbang Kecamatan. 

Disela-sela rapat tepatnya saat Bapak Fery Rindengan selaku ketua BPD melakukan sambutan, beliau berharap bahwa Musrenbangdes ini terlaksana sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama melalui kelompok kelompok  yang akan dibentuk dalam mengumpulkan usulan, dan jika tahun rencana tersebut tidak terlaksana maka akan dilakukan tahun depan. 

Selanjutnya Rantung selaku tim yang mewakili camat Suluun Tareran, Tim Pemantau pelaksanaan musrenbangdes Kecamatan Suluun Tareran mengatakan dalam sambutannya musrenbang RKPD diawali dengan pra musren, semua usulan terkait ke Pemerintah Kabuapten dan Provinsi harus melalui musrenbang desa. Usulan dari instansi lain baik dari pendidikan maupun kesehatan yang berada diwilayah desa, harus melalui usulan di musrebang Desa. Ia menambahkan harus ada sinkronisasi dan harmonisasi terkait usulan pemerintah Desa dengan program Pemerintah Kabupaten.

Sekdes dan Kaur Perencanaan desa Talaitad, memandu penyusunan usulan kegiatan musrenbang RKPD ini, yang selanjutnya akan dibawa saat musrenbang kecamatan mendatang. Dalam kesempatan itu juga dipaparkan informasi perkiraan pagu indikatif untuk tahun anggaran pendapatan belanja 2022 dan beberapa usulan rencana kegiatan di tahun 2022 hasil dari musyawarah sebelum kegiatan musrenbangdes. Hasil dalam musrenbangdes kali ini ada beberapa usulan kegiatan yang masih didominasi dari bidang pembangunan, selain itu ada usulan tentang Desa Wisata yaitu berlokasi di perkebunan bekas kampung lama desa Talaitad yang sekarang disebut kebun Mawale, 

Perawatan jalan penghubung antara TALAITAD Suluun tiga (Jl SuKaPinTar,

Peningkatan Jalan lingkar Kecamatan antara TALAITAD ke Pinapalangkow (melewati Jalan Liwas)

Peningkatan jaringan internet,

Pengadaan bibit, pupuk dan peralatan pertanian, Perluasan penerimah Jamkesda.

Selain itu hasil musrenbangdes juga menetapkan tim delegasi sebanyak 4 orang yang akan mengikuti musrenbang tingkat kecamatan. Tim terdiri dari unsur hukum tua, ketua BPD LPM, Perwakilan Perempuan / PKK, ketua karang taruna dan tokoh masyarakat. Akhir acara diadakan penanda tanganan berita acara.


(Roy Pomantow)

Rabu, 10 November 2021

PENGAMBILAN SUMPAH JANJI DAN PELANTIKAN PERANGKAT DESA TALAITAD

TALAITAD SULTA.-Bertempat di Balai Pertemuan Umum Desa Talaitad Kecamatan Suluun Tareran pada Hari Selasa tanggal 09 November 2021 mulai pukul 14.00 – 15.30 WITA dilaksanakan Pengambilan Sumpah Janji dan Pelantikan dari kelima Perangkat Desa baru desa Talaitad atas nama: 
1. Diane Kadjiman dengan jabatan Kasi Pemerintahan, 
2. Valentine Weol dengan jabatan Kasi Pelayanan, 
3. Norma Assa jabatan kasi kesos dan 
4. Efans Sorongan dengan jabatan Kepala Jaga (pala) II (dua) serta. 
5. Jhelly Lantang jabatan Staf Desa.

Acara ini di hadiri oleh Camat Suluun Tareran, Panitia Penjaringan perangkat desa, Perangkat desa lama, Ketua BPD beserta anggota, Ketua TP PKK, Ketua BUMDesa, LPMD, Hukum Tua, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Calon Perangkat Desa baru. 
 Setelah acara di buka dengan doa, lanjut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, acara inti segera di mulai dengan pembacaan Keputusan Hukum Tua desa Talaitad, Kecamatan Suluun Tareran di baca oleh Ellen Jacob (Kaur Umum). 
 Acara dengan Pengambilan Sumpah oleh Hukum tua Talaitad JOIKE NGAJOW kepada ke lima perangkat yang akan dilantik. sekaligus pembacaan naskah pelantikan oleh hukum tua. Setelah itu dengan penandatanganan Berita Acara pengambilan sumpah oleh perangkat Desa baru dilanjutkan dengan penyerahan SK oleh Hukum tua kepada Perangkat Desa yang baru dilantik. 
Acara pengambilan sumpah janji dan pelantikan perangkat desa baru setelah di tutup dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. 
 Memasuki acara sambutan di mulai dari sambutan Hukum tua Joike Ngajow, Sambutan Camat Suluun Tareran Tonie Lantang. 
Dalam sambutan hukum tua, Ngajow menyampaikan “Setelah dilantik, tugas sebegai perangkat desa adalah membantu hukum tua dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya bertanggung jawab kepada hukum tua sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari masing masing perangkat desa." 
 Sambutan Kedua oleh Camat Suluun Tareran, Lantang menyampaikan “Saudara setelah mengucapkan sumpah dan dilantik sebagai perangkat baru mempunyai tugas dan tanggungjawab seperti apa yang disampaikan oleh hukum tua tadi, Perangkat desa harus mempunyai kemauan dan kemampuan dalam melayani masyarakat sesuai dengan tupoksi sehingga Desa Talaitad kemudia akan mampu merealisasikan tugas fungsi yang disampaikan oleh hukum tua tadi” Setelah acara sambutan dilanjutkan dengan ucapan selamat kepada perangkat desa baru dan di lanjutkan dengan foto bersama. Acara terakhir di tutup dengan berdoa. TALAITADSULTA (Roy Pomantow

Jumat, 03 September 2021

LMI MINSEL Menyambangi Watu Pinawetengan, Mendengar Sejarah dari om Ari. Lanjut bersih bersih di lokasi watu Pinawetengan dan Air Panas

 LMI MINSEL New's - Jumat, 03/Sept-2021 - Kilas cerita sejarah Watu Pinawetengan menceritakan saat pemukiman awal orang Minahasa (Tu’ur Intana) sampai keturunan keturunan Toar dan Lumimuut (suku asli Minahasa).

Om Ari Rantumbanua, juru bicara dan  pemelihara Cagar budaya Watu Pinawetengan saat ditemui rombongan LMI MINSEL yang di ketuai Tonaas Tommy Pantow dan Tonaas Wulan Ritha Lolowang. 

Intinya rombongan kami datang disini karena kami Peduli dan menghargai  Peninggalan bersejarah dari nenek moyang kami. Ungkap Tonaas Wulan LMI MINSEL Ritha Lolowang yang juga selaku Anggota Dewan dapil dua dari partai PDIP. 

Om Ari  menjelaskan, secara etimologi Watu Pinawetengan berasal dari kata dari bahasa Minahasa, Watu artinya batu, sedangkan Pinawetengan bermakna tempat pembagian. Watu Pinawetengan dahulu  menjadi tempat pertemuan leluhur Minahasa (apo) untuk menentukan sesuatu. Musyawarah terpenting yang pertama kali dilakukan adalah pembicaraan mengenai pembagian wilayah yang akhirnya menghasilkan sub-etnis minahasa.

ToPan Sedikit menambah dalam pembicaraan. "Pembagian sub suku Minahasa menjadi 9 Suku. yang setiap suku mempunyai bahasa dan wilayahnya masing-masing. Antara lain Tontempoan, Tombulu, Tonsea, Tolour, Tonsawang, Pasang,  Penosakan, Bantik, dan Siau,"

Uniknya, hasil pembagian wilayah dan etnis suku Minahasa yang dilakukan di Watu Pinawetengan tersebut  digoreskan pada batu. Ungkap nada heran Tonaas Infokom Andi Runtunuwu.

Dalam pertemuan tersebut, Panglima LMI MINSEL Roy Pomantow menyampaikan  beberapa amanat, Nuwu i tua antara lain Masawang sawangan yang artinya cipta rasa saling tolong menolong, Maesa esaan yang artinya cipta rasa persatuan dan kesatuan, dan Maleo leosan (baku-baku bae) yang berarti saling berbuat baik.

ToPan menyambung penyampaian dari Panglima, ketiga amanat tersebutlah yang kemudian menginspirasi Sam Ratulangi, sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia, mencetuskan slogan 'Si Tou Timou Tomou Tou' yang memiliki makna, orang hidup bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk menghidupkan orang lain dan semboyan inilah yang saya harapkan dapat melekat pada diri kita sebagai Laskar Manguni Indonesia. Ungkap ToPan nada ramah.

Tidak jauh dari lokasi Watu Pinawetengan terdapat. Sumber air Panas. Jelas Penasehat  Yan P Momongan sambil mengajak rombongan LMI MINSEL untuk mampir ke lokasi air panas.

Kembali Mengingat arti penting Watu Pinawetengan sebagai awal mula peradaban suku Minahasa di Nusantara, pada 1 Desember 1974, HV Worang, sebagai Gubernur Sulawesi Utara pada saat itu meresmikan berdirinya Situs Watu Pinawetengan. Kemudian berdasarkan UU No 11 tahun 2010, Situs Watu Pinawetengan diangkat menjadi bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah. Jelas Om Ari. Ketika dalam percakapan bersama LMI MINSEL terpantau semua pengunjung melepas alas kaki dan berdiri sambil berdialog di depan bangunan permanen yang diatasnya nampak   patung burung manguni yang merupakan cirihas yang dipakai juga sebagai lambang Minahasa. 

Selesai perbincangan antara om Ari Rantumbanua bersama rombongan LMI MINSEL,. 

Lanjut dengan kegiatan bersih-bersih sampah di lokasi seputaran Cagar budaya Watu Pinawetengan dan di lokasi Air Panas. 

Semua terpantau aktif dan bersemangat.


PANGLIMA - LMI MINSEL

Roy Pomantow.