Kamis, 10 September 2020

Weol, Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bak di Lokasi Sumber Mata Air Po'bua, Desa Talaitad.

 Talaitad Sulta,.- PELETAKAN Batu pertama pembangunan bak penangkap air bersih  Di Lokasi mata air Po'bua, desa Talaitad, Kecamatan Suluun Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Kamis Pagi (10/September-2020).

Kegiatan melibatkan seluruh Pemerintah desa Talaitad, Pemdamping desa, TP2K, LPM, serta tokoh Agama.
Di awali dengan ibadah yang di pimpin langsung oleh Pdt Semuel W Ngantung,.M.Th. berdasarkan khotbah firman yang di ambil dalam Alkitab : Amsal 8:14-26 (Nasihat Untuk Mencari Hikmat). Lanjut dengan bernyanyi dan doa serta di akhir pembacaan firman, langsung dengan perletakan batu pertama oleh Pendeta Ngantung, Hukum Tua Talaitad, Pendamping Desa,Ketua TP2K, dan Teknisi/kepala Tukang.

Bak yang akan di bangun ini serta air bersih dari sumber mata air po'bua, nantinya diharapakan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan distribusi air bersih, khususnya di wilayah yang menerima secara langsung manfaat itu adalah wilayah Desa Talaitad yang memperioritaskan untuk seluruh masyarakat Talaitad. Ungkap Weol.

Lanjutnya dibeberapa wilayah sudah dialiri sumber air dari Pobua sehingga yang belum tersuplai dari air Po'bua ini, sementara dalam upaya untuk di maksimalkan.

Disampaikan Weol, sumber pendanaan di tatah lewat anggaran  Dana Desa (DD).

“Saya selaku Hukum Tua Talaitad, sangat berterima kasih sekali kepada pemerintah pusat di mana alokasi Dana Desa (DD), Puji Tuhan Desa Talaitad DD tahun 2020 sebesar Rp. 946.660.000,- ada kenaikan dari tahun sebelumnya. ungkapnya.

Sementara untuk pembangunan yang di anggarkan untuk pengembangan air bersih  kami anggarkan sebesar Rp.150.000.000,- buat penambahan jaringan air ke rumah-rumah penduduk, penambahan mesin dinamo air, dan penambahan bak.

“Kami dari pemerintah desa pun mengungkapkan terimakasih kepada warga masyarakat. Lanjutnya kiranya debit sumber air ini nantinya akan dipergunakan sesuai keperluan masyarakat.  ungkap Weol

Menurut hasil dari penelitian bersama pendamping desa Denmar Rompas, debit air per 1 detiknya bisa di perkirakan mencapai 15 liter dan itu pun belum di cek karena masih ada yang tidak dapat di tarik melalui mesin dinamo celup.

“Kami tentunya merasa bersyukur, sekaligus berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya peletakan batu pertama pembangunan bak di lokasi  mata air po'bua ini, dan saya juga ucapkan banyak terimakasih kepada keluarga Stenli Muaja yang telah meluaskan tanahnya untuk dijadikan embung air yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak,” seraya bersyukur. ungkap Jefry M Weol (Hukum Tua Talaitad)


Roy Pomantow

Tidak ada komentar:

Posting Komentar